Artikel 4 : Terapi Psikoanalisis

Struktur Kepribadian

Menurut pandangan psikoanalitik, struktur kepribadian terdiri dari system, yakni

  1. Id adalah bagian paling primitive dari pikiran, setiap orang hanya memiliki id ketika dilahirkan, id merupakan tempat bersemayam naluri-naluri. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut, dan mendesak.
  2. Ego satu-satunya wilayah pikiran yang memiliki kontak dengan realita. Ego adalah ekskutif dari kepribadian yang memerintah,mengendalikan, dan mengatur.
  3. Super ego mewakili aspek-aspek moral dari kepribadian ideal serta dikenadalikan dengan prinsip-prinsip moralitas dan idealis. Super ego adalah kode moral individu yang urusan utamanya adalah suatu tindakan baik atau buruk, benar atau salah.

Menurut freud, manusia memiliki tingkat kehidupan mental yang dibagi menjadi 2 yakni

  1. Alam tidak sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan, maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan, dan tindakan kita. Alam tidak sadar dibagi dua tingkatan, yakni alam tidak sadar dan alam bawah sadar. Alam bawah sadar (preconscious) ini memuat semua elemen yang tidak disadari, tetapi bisa muncul dalam kesadaran dengan cepat atau agak sukar. Isi alam bawah sadar datang dari dua sumber, yakni persepsi sadar dan alam tidak sadar.
  2. Alam sadar (conscious), didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran.

Freud mengusulkan sebuah dinamika atau prinsip motivasional untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang medorong tindakan manusia

  1. Dorongan-dorongan, ini bermuasal pada id, tetapi berada dibawah kendali ego. Tujuan dorongan adalah untuk memperoleh kepuasan dengan cara meredam rangsangan atau mengurangi ketegangan, dan objek dorongan adalah orang atau benda yang dijadikan alat memperoleh tujuan, dorongan-dorongan ini dibagi menjadi dua, yakni dorongan seks dan dorongan agresi.
  2. Kecemasan, merupakan situasi afektif yang dirasa tidak menyenangkan yang diiikuti oleh sensasi fisik yang memperingatkan seseorang akan bahaya yang mengancam. Kecemasan memiliki tiga kategori kecemasan, yakni kecemasan neurosis, kecemasan moral, dan kecemasan realisstis.

Menurut aliran psikoanalisa, manusia memiliki mekanisme pertahanan diri, yaitu

  1. Represi, memaksa perasaan-perasaan mengancam masuk kea lam tidak sadar
  2. Pembentukan reaksi, menyembunyikan diri dalam selubung yang sama sekali bertentangan dengan bentuk semula
  3. Pengalihan, mengarahkan dorongan-dorongan yang tidak sesuai pada sejumlah orang atau objek sehingga dorongan aslinya terselubung atau tersembunyi.
  4. Fiksasi, keterikatan permanen dari libido pada tahap perkembangan sebelumnya yang lebih primitive
  5. Regresi, dimana libido dapat kembali ketahap perkembangan sebelumnya.
  6. Proyeksi, melihat dorongan atau perasaan orang lain yang tidak dapat diterima,padahal sebenarnya perasaan atau dorongan tersebut ada di alam tidak sadar dari diri sendiri.
  7. Introyeksi, mekanisme pertahanan dimana seseoranf meleburkan sifat-sifat positif orang lain kedalam egonya sendiri
  8. Sublimasi, mengganti hal-hal negative ke hal-hal positif yang dapat diterima, baik secara kultural maupun sosial.

Menurut freud, individu mempunyai 3 tahap perkembangan psikoseksual, yakni

  1. Periode infantile, pada periode ini, 5-6 tahun pertama, berperan penting dalam membentuk kepribadian. Freud membagi tahap infantile menjadi tiga fase, yakni fase oral, fase anal, fase falik.
  2. Periode laten
  3. Periode genital
  4. Kematangan

Tujuan

terapi psikoanalisis adalah membentuk kembali struktur karakter individual dengan jalan membuat kesadaran yang tidak disadari didalam diri klien.

Fungsi dan peran terapis

Karakteristik psikoanalisa adalah terapis atau analis membiarkan dirinya anonim serta hanya sedikit perasaan dan pengalaman sehingga klien memproyeksikan dirinya kepada analis. Proyeksi-proyeksi klien, yang menjadi bahan terapi, ditafsirkan dan dianalisis. Sedangkan fungsi utama terapis adalah mengajarkan arti proses-proses kepada klien sehingga klien mampu memperoleh pemahaman terhadap masalah-masalahnya sendiri, mengalami peningkatan kesadaran atas cara-cara untuk berubah. Dengan demikian, memperoleh kendali yang lebih rasional atas kehidupannya sendiri.

Teknik-teknik terapi

  1. Asosiasi bebas, adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lampau dan pelepasan emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi-situasi yang traumatic dimasa lampau, yang dikenal dengan katarsis.
  2. Penafsiran adalah suatu prosedur dasar dalam menganalisa asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensi-transferensi. Prosedurnya terdiri atas tindakan-tindakan analis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mangajari klien makna-makna tingkah laku yang dimanifestasikan oleh mimpi-mimpi, asosiasi bebas, resistensi-resistensi, dan oleh hubungan terapeutik itu sendiri.
  3. Analisis mimpi adalah sebuah prosedur yang penting untuk menyingkap bahkan yang tak disadari dan memberikan kepada klien pemahaman atas beberapa area masalah yang tidak terselesaikan.
  4. Analisis dan penafsiran resistensi adalah suatu yang melawan kelangsungan terapi dan mencegah klien mengemukakan bahan yang tidak disadari.
  5. Analisis dan penafsiran transferensi adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi.

Sumber : Feist, Jess., Feist, J, Gregory. (2013). Teori kepribadian. Jakarta : Salemba Humanika.

Tomb, David A. (2003). Buku saku psikiatri. Jakarta : EGC

Corey, Gerald. (2007). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung : PT Refika Aditama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s