PSIKOTERAPI (ARTIKEL 2)

Perbedaan psikoterapi dan konseling

Menurut Markam, (2003) ada beberapa perbedaan antara psikoterapi dengan bimbingan dan konseling. Pertama, istilah psikoterapi lebih sering digunakan untuk klien atau pasien yang mengalami masalah berat. Kedua, psikoterapi dan konseling dilakukan atas permintaan klien, sedangkan bimbingan dapat dilakukan tanpa diminta.

Perbedaan psikoterapi dan konseling juga disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson & Rudolph (1983), sebagai berikut :

Konseling

  • Klien
  • Gangguan yang kurang serius
  • Masalah dapat berupa, jabatan, pendidikan, dll.
  • Berhubungan dengan pencegahan
  • Lingkungan pendidikan dan non-medis
  • Berhubungan dengan kesadaran
  • Metode pendidikan

Psikoterapi

  • Pasien
  • Gangguan yang serius
  • Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
  • Berhubungan dengan penyembuhan
  • Lingkungan medis
  • Berhubungan dengan ketidaksadaran
  • Metode penyembuhan

Pendekatan terhadap mental illness

Menurut J.P. Chaplin  ada beberapa pendekatan psikoterapi terhadap mental illness, diantaranya:

  • Biological

Meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat. Menurut Dr. John Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.

  • Psychological

Meliputi suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.

  • Sosiological

Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh proses-proses sosialisasi yang berlatarbelakangkan kondisi sosio-budaya tertentu.

  • Philosophic

Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yakni menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.

Bentuk utama terapi

  • Psikoterapi suportif, bertujuan memperkuat perilaku penyesuaian diri klien yang sudah baik, memberi dukungan psikologis, dan menghindari diri dari usaha untuk menggali apa yang ada dalam alam bawah sadar klien.
  • Psikoterapi reeduktif, bertujuan untu mengubah pikiran atau perasaan klien agar ia dapat berfungsi lebih efektif.
  • Psikoterapi rekonstruktif, bertujuan mengubah seluruh kepribadian pasien/klien, dengan menggali ketidaksadaran klien, menganalisis mekanisme defensive yang patologis, memberi pemahaman akan adanya proses-proses tak sadar, dan seterusnya. Biasanya, psikoterapi jenis ini berkaitan dengan psikoanalisa dan biasanya berlangsung intensif dalam kurun waktu yang sangat lama.

Sumber :

Markam, Sumarmo,. Suprapti, Slamet I.S,. (2003). Pengantar psikologi klinis. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulya.

http://sisykurniaasih.blogspot.com/2013_03_01_archive.html (Di Akses, 23 Maret)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s