STRESS DAN KEPRIBADIAN SEHAT

Pengertian Stress Menurut Para Ahli

  • Stres menurut Peter Tyer (1993: 1) adalah perasaan tidak enak yang disebabkan oleh persoalan-persoalan di luar kendali kita. Batasan ini hanya menyinggung dua pandangan umum tentang stres yang hampir universal, yaitu bahwa stres itu tidak menyenangkan dan hal itu terjadi pada diri kita,serta kita sendiri hampir tak dapat melakukan apapun terhadapnya.
  • Richard S. Lazarus (James Manktelow, 2009: 3) mengungkapkan bahwa stres adalah suatu kondisi atau perasaan yang dialami ketika seseorang menganggap bahwa “tuntutan-tuntutan melebihi sumber daya sosial dan personal yang mampu dikerahkan seseorang.
  • Sarafino (Bart Smet, 1994: 112) mendefinisikan stres sebagai suatu kondisi disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang.
  • Santrock (2003: 557) mendefinisikan stres sebagai respon individu terhadap keadaan atau kejadian yang memicu stres (stressor), yang mengancam dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menanganinya.

Koping dan Jenisnya

Koping berasal dari kata coping yang bermakna harfiah pengatasan/penanggulangan (to cope with = mengatasi, menanggulangi). Koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, respons terhadap situasi yang mengancam.

Lazarus membagi koping menjadi dua jenis, yaitu:

1. Tindakan langsung (Direct Action). Koping jenis ini adalah setiap setiap usaha tingkah laku   yang dijalankan oleh individu untuk mengatasi kesakitan atau luka, ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan yang bermasalah dengan lingkungan. Ada 4 macam koping jenis tindakan langsung:

a. Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka : Individu melakukan langkah aktif dan antisipatif (beraksi) untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya dengan cara menempatkan diri secara langsung pada keadaan yang mengancam dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut.

  1. Agresi : tindakan yang dilakukan oleh individu dengan menyerang agen yang dinilai mengancam atau akan melukai.
  2.  Penghindaran (avoidance) : Tindakan ini terjadi bila agen yang mengancam dinilai lebih berkuasa dan berbahaya sehingga individu memilih cara menghindari atau menghindari atau melarikan diri dari situasi yang mengancam tersebut.
  3. Apati : Jenis koping ini merupakan pola orang yang putus asa.

2. Peredaan atau peringanan (Palliation) : Jenis koping ini mengacu pada mengurangi/menghilangkan/ menoleransi tekanan-tekanan kebutuhan/fisik, motorik atau

gambaran afeksi dari tekanan emosi yang dibangkitkan oleh lingkungan yang bermasalah. Ada 2 macam koping jenis peredaran/palliation :

  1. Diarahkan Pada Gejala (Sympton Directed Modes)
  2.  Cara Intrapsikis (Intrapsychic Modes)

Jenis-Jenis Koping Yang Konstruktif Atau Positif (Sehat)

Harber & Runyon (1984) menyebutkan jenis-jenis koping yang dianggap konstruktif, yaitu:

1. Penalaran (Reasoning) : penggunaan kemampuan kognitif untuk mengeksplorasi

berbagai macam alternatif pemecahan masalah dan kemudian memilih salah satu alternatif yang dianggap paling menguntungkan.

2. Objektifitas : kemampuan untuk membedakan antara komponen-komponen emosional dan logis dalam pemikiran, penalaran maupun tingkah laku.

3. Konsentrasi : kemampuan untuk memusatkan perhatian secara penuh pada persoalan yang sedang dihadapi.

4. Humor : kemampuan untuk melihat segi yang lucu dari persoalan yang sedang dihadapi, sehingga perspektif persoalan tersebut menjadi lebih luas, terang dan tidak dirasa sebagai menekan lagi ketika dihadapi dengan humor.

5. Supresi : kemampuan untuk menekan reaksi yang mendadak terhadap situasi yang ada sehingga memberikan cukup waktu untuk lebih menyadari dan memberikan reaksi yang lebih konstruktif.

6. Toleransi terhadap Kedwiartian atau Ambiguitas : kemampuan untuk memahami bahwa banyak hal dalam kehidupan yang bersifat tidak jelas dan oleh karenanya perlu memberikan ruang bagi ketidak jelasan tersebut.

7. Empati : Yaitu kemampuan untuk melihat sesuatu dari pandangan orang lain.

 

Teori Kepribadian Sehat, Menurut :

  • Gordon Allport

Allport mengemukakan definisi kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Karakter pribadi yang sehat menurut Allport adalah Pertama, pribadi yang dewasa dicirikan oleh sikap proaktif, yaitu tidak hanya bereaksi terhadap stimuli eksternal, tetapi juga sanggup bertindak dengan sadar terhadap lingkungan dengan cara baru dan  inovatif. Kedua, kepribadian yang dewasa tampaknya lebih termotivasikan eleh proses-proses sadar daripada kepribadian yang terdistorsi, hal itu menjadikan lebih fleksibel dan mandiri daripada pribadi sehat yang masih termotivasi oleh motif-motif bawah sadar yang muncul dari pengalaman masa kanak-kanak. Pribadi yang sehat juga tampak lebih matang ketika usia mereka matang. Pada tahun 1961 Allport mengidentifikasikan enam criteria bagi kepribadian yang dewasa.

1)      perluasan konsep diri

2)      hubungan hangat dirinya dengan orang lain

3)       rasa aman emosional atau penerimaan diri

4)      pribadi yang sehat secara psikologis memiliki persepsi yang realistis tentang lingkungan sekitarnya

5)      insight (kedalam wawasan) dan humor

6)      kedewasaan adalah memiliki filsafat hidup yang menyatukan

  • Carl Rogers

Menurut Rogers, pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu untuk mengaktualisasi diri. Aktualisasi diri berkembang setelah manusia mengembangkan sistem diri dan merujuk kepada kecenderungan tersebut untuk bergerak menuju menjadi manusia yang berfungsi sepenuhnya. Orang yang menyesuaikan diri secara ideal adalah orang yang benar-benar terbuka pada semua pengalaman. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positif  tanpa syarat.  Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):

  1. Keterbukaan pada pengalaman.
  2. Kehidupan eksistensial
  3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
  4. Perasaan bebas
  5. Kreativitas

SUMBER :

Feist, Jest. (2010). Psikologi Kepribadian jilid 2. Jakarta: Salemba empat

Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius.

Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan: Model-model Kepribadian Sehat. Yogyakarta: Kanisius.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24512/4/Chapter%20II.pdf

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/104/jtptunimus-gdl-dyasdindan-5184-3-bab2.pdf

http://eprints.uny.ac.id/9570/2/bab%202%20NIM.%2008104241024.pdf