MINGGU KETIGA

MINGGU KETIGA

RUANG LINGKUP ILMU PENGETAHUAN ALAM

A. ALAM SEMESTA

            Pengertian alam semesta mencakup mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda- benda ukuran kecil yang berada di alam semesta, contohnya atom, elektron, sel dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda ukuran besar yang berada di alam semesta, contohnya bintang, planet, galaksi dan sebagainya.

  • ISI ALAM SEMESTA

            Alam semesta terdiri dari semua materi, termasuk tenaga dan radiasi serta segala hal yang diketahui dan baru tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa. Bumi, bulan, matahari, planet-planet, dan sebagainya hanyalah sebagian kecil dari luasnya tata surya. Berikut akan dijelaskan isi-isi alam semesta, yaitu :

a)      Bintang

Salah satu bintang terbesar adalah matahari. Menurut catatan George O. Abell, terdapat 39 bintang yang berada didekat matahari. Jika dilihat dari bumi, bintang-bintang terlihat berkelompok dan terdiri dari belasan, puluhan, sampai ratusan bintang. Kelompok-kelompok bintang dinamakan rasi bintang, pengelompokan rasi bintang hanya didasarkan letak kelompok tersebut dilihat dari bumi.

b)      Galaksi

Didalam alam semesta ini terdapat ratusan galaksi dengan berbagai bentuk dan ukuran. Ada beberapa tipe galaksi, yaitu

  • Galaksi tidak beraturan, terdiri dari miliyaran bintang-bintang muda yang berwarna putih kebiruan dan bintang biru yang besar yang sangat panas.

 

 

 

 

  • Galaksi spiral, berbentuk spiral yang amat besar dan inti ditengahnya (nukleus).

 

 

  • Galaksi elips, adalah galaksi yang sudah tua, dan tidak membentuk bintang-bintang baru lagi. Galaksi ini amatlah besar.

 

 

  • TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA

            Pada dasarnya terdapat 2 teori tentang terbentuknya alam semesta ini, yaitu

  • Teori keadaan tetap, yang dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas Gold. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini dimanapun dan bilamanapun selalu sama.
  • Teori dentuman besar (big bang theory), teori in berlandaskan asumsi bahwa ada suatu massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis yang sangat besar. Karena adanya reaksi ini, maka terjadi ledakan hebat.

 

 

B. SISTEM TATA SURYA

            Sistem tata surya adalah suatu sistem yang teratur pada matahari, dimana matahari sebagai induk dan dikelilingi oleh planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor.

  1. Matahari, matahari terbentuk dari awan gas hidrogen dan debu yang memadat menjadi bola raksasa yang sangat pijar. Matahari terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut :

è Teras matahari

è Pabrik tenaga matahari

è Fotosfer

è Kromosfer

è Korona

  1. Planet, diketahui ada 9 buah planet yang menjadi pengikut matahari. Planet-planet dibedakan menjadi 2 berdasarkan jaraknya
  • Planet Dalam

Terdiri dari planet-planet yang dekat matahari, umumnya berukuran kecil namun mempunyai massa jenis lebih besar. Planet yang masuk kedalam kategori ini adalah merkurius, venus, bumi, dan mars.

  • Planet Luar

Terdiri dari planet-planet yang jauh dari matahari, umumnya berukuran besar tetapi massa jenis rendah. Planet yang masuk kategori ini adalah jupiter, saturnus, uranus, neptunus, dan pluto.

  1. Asteroid, diantara planet dalam dan planet luar ada jarak pemisah yang sangat besar. Semula diduga daerah tersebut terdapat sebuah planet yang belum ditemukan. Kemudian ditemukan lebih dari 3000 planet yang berukuran sangat kecil karena  ukuran sangat kecil  astronom menyebutnya planet minor atau planet kecil yang kalau bahasa yunaninya disebut asteroid.
  2. Komet, istilah komet berasal dari bahasa Yunani yang berarti bintang berekor. Komet terbentuk dari bahan yang sangat kecil dan bercampur dengan gas tipis sehingga komet memiliki gaya gravitasi yang lemah. Komet bergerak mengelilingi matahari. Komet yang paling terkenal adalah komet Halley yang muncul 76 tahun sekali.
  3. Meteor, adalah benda langit yang sangat kecil yang bergerak mengeliling matahari.

 

C. BUMI

            Awalnya orang mengira bahwa bumi berbentuk datar, tapi setelah dilakukan percobaan diketahuilah bahwa ternyata bumi berbentuk bulat atau bola. Bumi memiliki jari-jari ±6370 pada khatulistiwa. Rotasi bumi bergerak berlawanan dengan jarum jam, karena inilah maka terjadinya pergantian hari, siang dan malam. Bumi memiliki beberapa lapisan, yaitu :

 

1)      Inti bumi (barisfer/sentofer)

Diduga, terdiri dari nikel dan besi, dan lapisan tersebut disebut nife (niccolum = nikel). Lapisan ini berjari-jari 3470 km. Rata-rata berat jenis 10. Diatas lapisan ini terdapat lapisan antar yang elastis, susunannya seperti batu meteorit, dengan rata-rata berat jenis 5, dan berjari-jari 1700 km.

 

2)      Kulit bumi (lithosfer)

Kulit bumi adalah lapisan bumi yang palin atas, dengan tebal ±1200 km. Kulit bumi terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  • Lapisan Sima (Sillicium dan Magnesium), disebelah bawah dengan rata-rata 2,9.
  • Lapisan Sial (Sillicium dan Almunium), disebelah atas dengan rata-rata 2,65. Kulit bumi berisi zat padat yang disebut batuan, termasuk didalamnya pasir, tanah liat, debu gunung berapi, batu kerikil.

 

3)      Lapisan Air (hidrosfer)

Semua perairan yang berada di bumi baik itu samudera, laut, danau, sungai, air tanah masuk kedalam lapisan air ini.

 

4)      Lapisan Udara (atmosfer)

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer memiliki beberapa lapisan diantaranya

è Troposfer, lapisan terbawah atmosfer yang menyelubungi bumi ±12 km dari permukaan laut.

è Stratosfer, terletak diatas troposfer dengan ketinggian 12-80 km.

è Ionosfer, lapisan ini diatas stratosfer dengan ketinggian 80-800 km.

è Dissipasifer, lapisan diatas ionosfer dengan ketinggian dari 800 km diatas permukaan laut. Lapisan ini juga menjadi lapisan paling luar atmosfer.

 

v  Teori tentang terjadinya bumi

–          Teori Karl-Laplace

Menurut teori ini bumi terbentuk dari gas panas yang berputar pada sumbunya.kemudian membentuk cincin. Cincin yang berputar mengalami pendinginan sehingga terbentuklah gumpalan-gumpalan bola yang menjadi planet termasuk bumi.

 

–          Teori Chamberlain dan Maulton

Mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.

 

–          Teori Jean dan Jeffreys

Mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam [cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet, salah satunya adalah bumi.

 

–          Teori Alfred Wegener

Teori ini sering disebut sebagai teori pergeseran benua. Benua-benua yang sekarang ada dulunya satu merupakan super continent yang disebut pangea. Secara perlahan pangea terus bergeser hingga mencapai posisinya sekarang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s