KARYA TULIS Kiat dan Manfaat Membudidayakan Tanaman Asparagus di Kampung Cibeunying Desa Cibodas

hallo semua, sekarang saya mau ngeposting salah satu karya ilmiah saya waktu di SMA, saya ngeposting kini karena saya liat yang buat karya ilmiah tentang asparagus ini masih sedikit sekali, jadi saya akan posting, semoga bermanfaat 🙂

KARYA TULIS

Kiat dan Manfaat Membudidayakan Tanaman Asparagus di Kampung Cibeunying Desa Cibodas

 

Disusun oleh :

Aprilia Rahmadiani

Caesarino

Ria Rizkyani

Rozana Nur Fajrina

Nabilah

Kelas : XII IPA

Karya Tulis ini Diajukan untuk Memenuhi salah satu syarat kelulusan

Tahun Pelajaran 2012

SMA PERGURUAN “CIKINI”

Jalan PLN DUREN TIGA JAKARTA SELATAN TELP.7991458

 

LEMBAR PERSETUJUAN

PERAN SERTA PELAJAR SMA PERGURUAN “CIKINI” DALAM STUDI

 

 

Telah dibaca dan disetujui pada tanggal …………………. 2012

Oleh                :

Sarma Wijaya, S.Pd                ………………………………………………………………………….

( Kepala sekolah )

Drs. Masim Dahlan                …………………………………………………………………………..

( Wali Kelas )

Drs. H. Farid Syamsul Bachri  …………………………………………………………………………

( Pembimbing Materi )

Herry Dwinanto, S.Pd            ………………………………………………………………………….

( Pembimbing Bahasa )

LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis ini telah dibaca, di setujui dan disahkan pada tanggal …………………  2012

Sarma Wijaya S.Pd                 …………………………………………………………………………

( Kepala Sekolah )

Drs. Masim Dahlan                 ………………………………………………………………………….

( wali kelas )

Drs. H. Farid Syamsul Bachri  …………………………………………………………………………

( Pembimbing Materi )

Herry Dwianto, S.Pd             ………………………………………………………………………….

( Pembimbing Bahasa )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya yang telah diberikan kepada kami semua, sehingga kami dapat meyelesaikan karya ilmiah ini sesuai dengan harapan. Karya ilmiah ini berjudul

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kami  hadapi. Namun kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua maupun guru, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Karena itu  sepantasnya kami mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Kepala SMA PERGURUAN “CIKINI” Jakarta, Drs. Sarma Wijaya S.Pd atas kepercayaan yang diberikan.
  2. Drs. Masim Dahlan sebagai wali kelas kami dan pembimbing materi
  3. Drs. H. Farid Syamsul Bachri yang telah memberi bimbingan dan petunjuknya kepada kami.
  4. Herry Dwinanto, S.Pd yang telah memberi bimbingan dan pengarahan atas penyelesaian karya tulis ini.
  5. Ayah dan ibu yang telah memberikan kesempatan dalam mengikuti Home Stay Lembang dan memberikan dorongan ataupun bantuan baik secara moral maupun spiritual.
  6. Dan semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Kami menyadari akan kekurangan-kekurangan yang terdapat pada karya tulis ini. Hal tersebut tidak lain karena kami masih dalam tahap belajar, sehingga pengetahuannya masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan kritik serta saran penulis harapkan agar di masa depan nanti dapat terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.

Jakarta,                                  2012

PENULIS

 

DAFTAR ISI

 

JUDUL………………………………………………………………………………          i

LEMBAR PERSETUJUAN………………………………………………………           ii

LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………….        iii

KATA PENGANTAR………………………………………………………………..       iv

DAFTAR ISI………………………………………………………………………….        v

ABSTRAK……………………………………………………………………………        vii

BAB I PENDAHULUAN   

1.1          Latar Belakang Masalah……………………………………………………….       1

1.2          Rumusan Masalah ……………………………………………………………..       1

1.3          Tujuan Penulisan ……………………………………………………………….       2

1.4          Manfaat Penulisan …………………………………………………………..….       2

1.5          Metode Penulisan ……………………………………………………………………………………       2

1.6          Sistematika Penulisan ……………………………………………………………………………..       2

BAB II  DESKRIPSI UMUM

2.1     Pengertian Asparagus  …………………………………………………………       3

BAB III  PEMBAHASAN

3.1     Syarat Tumbuh Tanaman Asparagus ……………………………………………………..       5

3.2     Manfaat Yang Terkandung Dalam Tumbuhan Asparagus ……………………..         5

3.3     Cara Pembudidayaan Tanaman Asparagus …………………………………………….       11

          3.3.1 Penyemaian Bibit……………………. ……………………………………………………….     11

         3.3.2  Cara Pemeliharaan Tanaman Asparagus …………………………………………….  12

 

BAB IV  PENUTUP

4.1    Kesimpulan……………………………………………………………………………………….…...   14 

4.2    Saran………………………………………………………………………………………………..…….  14

4.3    Lampiran………………………………………………………………………………………………..  15

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………...  17

BIODATA……………………………………………………………………………………………………...  

ABSTRAK

Karya tulis yang berjudul Kiat dan Manfaat Membudidayakan Tanaman Asparagus di kampung Cibeunying desa Cibodas ini membahas tentang manfaat asparagus dan kandungannya serta  kiat – kiat dalam membudidayakan Tanaman Asparagus. Dalam pembudidayaannya banyak kiat-kiat agar mendapatkan hasil yang berkualitas. Dengan penulisan karya ilmiah ini, kita pun akan mencoba mengenal berbagai kandungan gizi asparagus dan manfaatnya. Dalam perumusan masalah pun akan dibahas mengenai manfaat asparagus, syarat tumbuh, dan cara pembudidayaan dan pemeliharaan Tanaman asparagus. Tujuan penulisan  karya ilmiah ini adalah menambah wawasan penulis mengenai tanaman asparagus, mengetahui manfaat-manfaat tanaman asparagus, dan memmperkenalkan kepada khalayak umum bagaimana cara membudidayakan tanaman asparagus. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penyusunan karya ilmiah ini adalah asparagus memiliki banyak manfaat berkat kandungan gizinya yang tinggi. Asparagus dapat mencegah serangan jantung mendadak,  mencegah anemia, melancarkan air seni, mencegah osteoporosis, dan merupakan sumber vitamin A. Serta banyak manfaat lainnya dari asparagus. Pembudidayaannya membutuhkan kondisi yang baik dan pemeliharaan yang teratur agar didapatkan hasil yang berkulaitas, sehingga asparagus menjadi sedap dan memiliki rupa yang baik.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang Masalah

Tanaman asparagus merupakan  tanaman berumah dua. Artinya, tanaman ini ada yang jantan dan ada yang betina. Asparagus berasal dan banyak ditanam di Amerika, khususnya Amerika Utara, antara lain Lembah California, Sacramento, New Jersey, Carolina Selatan, dan Illinois. Rebung asparagus yang diambil sebagai sayuran adalah rebung yang besar berwarna putih , lunak, dan gemuk. Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi bagian batang muda atau tunasnya. Asparagus yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia terdiri dari dua jenis, yaitu Asparagus putih dan Asparagus hijau. Asparagus putih dibudidayakan di dataran tinggi dan tidak banyak dijumpai di Indonesia.

Sayuran ini termasuk jenis sayuran mahal yang biasanya hanya tersedia di restoran dan hotel. Oleh karena itu, sayuran ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Namun demikian, prospek pengembangan Asparagus ini cukup baik karena sayuran ini banyak diminati oleh masyarakat luar negeri sehingga ekspor komoditas asparagus dapat meningkatkan devisa negara serta memberikan keuntungan bagi petani. Di Indonesia Tanaman asparagus  banyak ditemukan di dataran tinggi di kampung Cibeunying desa Cibodas.

Makalah ini menginformasikan mengenai Kiat Membudidayakan Tanaman Asparagus dan Manfaat dari Tanaman Asparagus khususnya di kampung Cibeunying desa Cibodas.

1.2      Rumusan Masalah

  1. Dimana sajakah tanaman asparagus dapat tumbuh dengan subur?
  2. Manfaat apa saja yang dapat diambil dari tanaman asparagus?
  3. Bagaimanakah cara membudidayakan tanaman asparagus?

1.3         Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini,antara lain sebagai berikut :

  1. Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan
  2. Mengetahui manfaat-manfaat dari tumbuhan Asparagus
  3. Memperkenalkan kepada khalayak umum bagaimana cara  membudidayakan tanaman asparagus

1.4          Manfaat Penulisan

1.   Menambah wawasan  penulis mengenai tanaman asparagus.

  1. Menginspirasi penulis untuk mengenalkan budidaya asparagus kepada khalayak umum
  2. Menambah wawasan untuk pembaca
  3. Bagi pembaca bisa memanfaatkan tanaman asparagus sebagai obat dan makanan

1.5               Metode Penulisan

Metode penulisan karya ilmiah yang di gunakan oleh penulis adalah dengan mendata langsung atau observasi langsung ke Desa Cibodas Kampung Cibeunying dengan meneliti pertumbuhan dan manfaat dari tanaman asparagus.

1.6               Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan Pada karya ilmiah ini, akan dijelaskan hasil penelitian dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan,metode penelitian dan sampai terahir kepada sistematika penelitian. Dilanjutkan dengan bab ke dua yang berisi tentang deskripsi umum. Bab berikutnya, kami membahas secara keseluruhan tentang masalah yang diangkat, yaitu mengenai pembahasan cara membudidayakan tanaman asparagus dan beberapa manfaat dari tanaman asparagus Bab keempat merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini, penulis menyimpulkan uraian yang sebelumnya sudah disampaikan, dan memberi saran kiat membudidayakan asparagus.

BAB II

DESKRIPSI UMUM

2.1  Pengertian Asparagus

Tanaman Asparagus berasal dari daratan Mediterania di Eropa Selatan, pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Romawi sejak 200 tahun sebelum masehi. Pada zaman kejayaan kerajaan Lois XIV (Tahun 1600-an) di Perancis, tanaman asparagus ditanam secara intensif dalam ruangan rumah kaca sebagai tanaman yang memiliki khasiat yang tinggi untuk kesehatan.

Asparagus  adalah  tanaman sub tropis dan  suatu jenis sayuran dari satu spesies tumbuhan genus Asparagus, terutama batang muda dari Asparagus officinalis. Asparagus telah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan karena rasanya yang sedap dan sifat diuretiknya. Asparagus termasuk sayuran elite yang hanya dikonsumsi oleh kalangan berada.

Berdasarkan identifikasi tanaman, Asparagus termasuk dalam keluarga Liliaceae, bawang-bawangan, dimana terdapat banyak spesies diantaranya yang terkenal adalah Asparagus officinalis (sebagai sayuran), Asparagus plumosus & Asparagus spingeri (sebagai tanaman hias). Diantara spesies yang ada, Asparagus officinalis yang dikembangkan dan tersebar diseluruh dunia.

Di Indonesia, dari beberapa importir yang telah mendatangkan bibit atau benih dari luar negeri, dapat dikenal beberapa varietas Asparagus officinalis yang telah di uji dan dikembangkan antara lain : Glory van Broens Kwijk, Locullus, Brock’s Improved, Mary Washington, Jersey Giant, dan lain-lain. Berdasarkan warna rebung yang dihasilkan, dibedakan dalam tiga jenis, yaitu : Asparagus putih, Asparagus hijau dan Asparagus ungu.

Asparagus putih yang warna rebungnya putih karena dipanen saat masih tertimbun dalam tanah guludan. Rebung putih ini tubuhnya agak gemuk, dagingnya lebih berserat namun lunak dan segar. Harganya paling mahal karena penangannya harus tepat. Produksi rebung putih biasanya dikemas dalam kaleng. Varietas yang terkenal penghasil rebung putih adalah Locullus yang berasal dari Jerman.

Asparagus hijau jenis ini populer di Indonesia, ditanam pada dataran tinggi Jawa Timur (Batu – Malang) dan Jawa Barat (Puncak, Sukabumi). Rebung asparagus ini warna hijau karena batang sudah menyembul diatas guludan. Warna hijau muncul karena terbentuknya klorofil oleh adanya sinar matahari. Tubuhnya ramping, seperti mata tombak dengan ujung masih kompak (belum mekar), digigit lebih renyah rasanya manis namun agak sedikit pahit.Varietas yang terkenal penghasil rebung hijau adalah Mery Washington dan Yersey Giant yang berasal dari Amerika.

Asparagus ungu, ujung rebung asparagus ini berwarna ungu karena dipanen saat baru sedikit muncul diatas guludan sehingga warna batangnya putih dan sebagian ujungnya agak merah keunguan.

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1  Syarat Tumbuh Tanaman Asparagus

 

Lahan yang dibutuhkan oleh sayuran asparagus adalah dataran tinggi dengan ketinggian 600 – 900 m dpl salah satu daerahnya adalah kampung Cibeunying desa Cibodas. Asparagus dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15 – 25 C dengan curah hujan yang cukup banyak dan merata sepanjang tahun, yaitu berkisar antara 2.500 – 3.000 mm/tahun. Oleh karena itu, syarat utama lahan harus dataran tinggi, berhawa sejuk, dan dekat sumber air agar kebutuhan air di musim kemarau tercukupi. Areal dengan kondisi seperti di atas jarang ditemukan di Indonesia. Asparagus dapat tumbuh pada tanah podsolik merah kuning, latosol, maupun andosol. Asparagus lebih menyukai tanah yang agak berpasir dan berlapisan tanah olah yang tebal. Perlu diingat, asparagus tidak suka tanah yang berdrainase buruk dan banyak liat. Sedangkan pH yang diinginkan adalah 6-6,5 karena ia tidak toleran terhadap tanah yang bereaksi masam. Sebaiknya tanah itu mengandung banyak bahan organik.

 

3.2  Manfaat Yang Terkandung Dalam Tumbuhan Asparagus

 

     Asparagus kaya akan manfaat sebagai obat dalam gizinya antara lain :

     a. Asperegine

                    Zat yang berguna untuk memperbaiki pencernaan makanan dan melancarkan

air seni.

     b. Asam Folik

Membantu mengurangi cacat bawaan pada bayi, kanker panggul, usus dan dubur, serta bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit jantung.

c. Aprodisiak

Zat untuk merangsang organ seksual dan mengobati nyeri menstruasi.

      d. Vitamin C

Dapat membantu tubuh mencegah kanker, penyakit jantung serta

meningkatkan daya tubuh.

e.  Potassium

  Meregulasikan keseimbangan elektrolit dalam sel dan menjaga fungsi jantung dan tekanan darah yang normal menyembuhkan batu empedu, batu ginjal, kanker prostat, flek hitam kulit.

f.  Akar rhizoma asparagus

Berkhasiat untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan batu ginjal secara tradisional.Selain lezat diolah menjadi beragam masakan, asparagus juga mempunyai kandungan gizi yang sangat baik. Beragam mineral, kalsium, potassium, vitamin A, D juga E ada di dalamnya. Sayuran ini juga rendah kalori, baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani terapi diet.

g. Kandungan seratnya (dietary fiber) sangat tinggi.

Serat dalam asparagus mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker. Serat juga membantu lancarnya proses pencernaan tubuh sehingga Anda terbebas dari gangguan sembelit atau susah buang air besar. Beberapa lembaga ilmiah telah melakukan uji klinis terhadap asparagus. Terbukti sayuran ini mampu meningkatkan kesuburan pria. Kandungan asam amino asparagines merangsang ginjal membuang sisa metabolisme tubuh. Zat aktif lain dipercaya meningkatkan sirkulasi darah adn membantu melepaskan deposit lemak dalam dinding pembuluh darah. Sangat baik dikonsumsi bagi Anda yang berjerawat, penderita eksim, gangguan ginjal dan prostat.

      h. Cegah Osteoporosis

Konsumsi 1 cangkir asparagus dapat memenuhi 114,8 persen dari kebutuhan tubuh akan vitamin K setiap hari. Vitamin K berguna untuk pengeluaran protrombin yang diperlukan untuk pembekuan darah.  Selain itu, vitamin K juga diperlukan untuk pembentukan dan perbaikan tulang. Vitamin K dapat membantu proses sintesis osteocalcin yang dapat membantu mencegah osteoporosis. Vitamin K memainkan peran penting di dalam saluran usus dan membantu mengubah glukosa menjadi  glikogen untuk disimpan di dalam hati. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan gusi, hidung, usus, dan saluran kencing.  Kadar asam folat pada asparagus mencapai 262,8 mkg per cangkir. Menurut The George Mateljan Foundation, konsumsi 1 cangkir asparagus telah dapat memenuhi 65,7 persen kebutuhan tubuh akan asam folat setiap hari.

i.  Sifat Diuretik      

                  Asparagus mempunyai sifat diuretik yang sangat baik. Hal itu disebabkan

kandungan asam amino asparagin di dalamnya. Sifat diuretik tersebut dapat

dimanfaatkan untuk menguras komponen toksik (racun) yang ada di dalam tubuh,

yaitu melalui urin.  Namun, konsumsi asparagus berlebih dapat menyebabkan urin

(air kencing) menjadi berbau tidak sedap. Hal itu disebabkan kombinasi methyl

mercaptan dengan S-methyl-thioacrylate dan S-methyl- 3(methylthio)

thiopropionate. Penderita gout atau asam urat disarankan untuk tidak mengonsumsi

asapargus secara berlebihan. Hal itu disebabkan kandungan purinnya yang cukup

tinggi.

     j. Sahabat Hati

Asparagus juga diunggulkan sebagai bahan pangan yang kaya akan triptofan, vitamin  B1, B2, B3, B6, Manga, serat pangan, tembaga, fosfor, kalium dan protein ( kategori sangat baik ). Kandungan gizi lain yang cukup potensial adalah besi, seng, magnesium, selenium dan kalsium (katgori baik).

Asparagus kaya akan triptofan yang biasanya banyak terdapat pada produk hewani, seperti daging dan telur. Triptofan merupakan asam amino penghasil serotonin, yaitu suatu hormon untuk mengendurkan saraf pada pusat otak. Itulah sebabnya, serotonin juga sering disebut sebagai hormon penidur. Sehingga sangat cocok untuk anda yang sering menderita gangguan sulit tidur ( insomnia ).

Triptofan juga berfungsi untuk mengubah suasana hati, yakni makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki reaksi kimia yang dapat memengaruhi perasaan yang diproduksi otak. Bila perasaan positif, hidup pun jauh lebih bahagia.

Selain itu, asparagus juga kaya akan vitamin B kompleks dan sejumlah mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan seratnya juga tergolong dalam kategori sangat baik.

Serat mempunyai manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar, sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak meningkat.

 

        k. Mencegah Serangan Jantung Mendadak

Penderita jantung juga harus banyak mengonsumsi makanan yang mengandung folat. Asam folat bekerja mereduksi homosistein ( homocysteine ) pada siklus medonin.

Siklus tersebut merupakan siklus asam amino esensial yang dikonversi menjadi S-denosylmethionine (SAM) sehingga kadar homosistein turun. Dengan penurunan kadar homosistein, penyakit jantung tidak akan muncul karena penyebabnya telah direduksi.

Bagi penderita penyakit jantung koroner. mengonsumsi asparagus akan membantu mencegah serangan jantung mendadak. Serangan jantung antara lain disebabkan adanya kerusakan pada pembuluh darah oleh homosistein. Jika pembuluh darah rusak  asupan okdgen akan berkurang dan serangan jantung pun terjadi.

l. Sumber Vitamin A

Kandungan vitamin A pada asparagus cukup banyak (756 IU/100 g). Jumlah tersebut telah mencukupi 20% dari kebutuhan vitamin A yang kita butuhkan setiap hari. Di dalam tubuh, vitamin A berfungsi menjaga kesehatan mata dan menghindarkan tubuh dari kemungkinan infeksi khususnya oleh virus.

Bagi Anda yang sedang minum obat penurun kolesterol, seperti Lipitor, Lesicol, dan Mevacor, perbanyaklah makan sayuran yang kaya vitamin A. Obat-obatan kimia tersebut akan menurunkan absorsi vitamin A yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal serupa juga harus Anda lakukan jika mengonsumsi obat maag seperti Antacid. Pasien yang menjalani pengobatan dengan antibiotik Neomycin juga rawan kekurangan vitamin A. Karena itu, diet mereka harus diperkaya dengan menu yang kaya vitamin A.

m.  Menjaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Asparagus mengandung kalori dan karbohidrat yang tergolong rendah. Karena itu, cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang menjalani diet rendah kalori atau penderita diabetes (mengalami hiperglikemia ).

Makan asparagus tidak akan menaikkan indeks glikemik yang harus Anda hindari. Makanan dengan indeks glikemik tinggi harus dihindari para penderita diabetes atau hiperglikemia.

n. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Asparagus mengandung inulin. yakni karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Serat ini dapat mencapai usus besar tanpa melalui reaksi enzimatis, sehingga dapat berfungsi sebagai probiotik.

Adanya inulin di dalam usus akan meningkatkan kehidupan mikroflora yang berguna untuk proses pencernaan. Mikroflora tersebut diantaranya bakteri Bifidobacteria sp. dan Lactobacillus sp .

lnulin tidak bekerja sendiri, melainkan bekerja sinergis dengan beberapa macam mineral yang terkandung dalam asparagus, seperti kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Mineral-mineral tersebut menurunkan kemasaman lambung.

Dengan kata lain. mengubah suasana lambung menjadi basa. Alhasil enzim pencernaan dapat bekerja dengan baik dan makanan pun tercerna dengan sempurna.

Kombinasikan dengan wortel, bawang bombai, atau jagung manis Sebaiknya dimasak terlebih dahulu

o. Menjaga Kestabilan Tekanan Darah

Dengan kadar garam yang rendah, asparagus sangat baik untuk menjaga tekanan darah. Bagi Anda yang sering mengalami kenaikan tekanan darah, asparagus baik untuk menjaga kestabilan tekanan darah Anda.

Selain itu, asparagus merupakan sumber kalium yang sangat baik. Bagi penderita hipertensi, peningkatan kadar kalium sangat berguna sebab akan meningkatkan rasio antara kalium dan natrium yang akan menurunkan tekanan darah.

Di dalam tubuh, kalium memerankan banyak fungsi, seperti memperbaiki kualitas tulang, membentuk protombin dalam darah, mencegah proses sintesis osteocalsin di tulang sehingga mencegah osteoporosis, dan membantu proses perubahan glukosa menjadi glikogen yang disimpan dalam hati. Kekurangan kalium akan menyebabkan gusi berdarah, mimisan, dan kencing bercampur darah.

p.  Mencegah Anemia

Asparagus juga banyak mengandung zat besi. Zat besi sangat diperlukan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi akan menyebabkan tubuh lesu. kepala pusing, dan pandangan berkurang sebagai salah satu gejala anemia.

Banyak makanan yang mengandung zat besi. Namun, sebaiknya pilih makanan nabati karena lebih aman untuk dikonsumsi. Asparagus adalah salah satu makanan lezat berkhasiat yang perlu Anda pertimbangkan.

Para atlet, pekerja keras, dan wanita hamil memerlukan asupan zat besi yang lebih banyak daripada individu lainnya. Energi mereka lebih banyak terkuras, sehingga memerlukan asupan zat besi yang lebih banyak untuk membentuk butir darah merah. Kekurangan zat besi yang terus berlanjut akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka, yakni anemia kronis yang dapat berakhir dengan kematian.

q. Mengatasi Gangguan Kulit dan Alergi

Asparagus adalah sayuran yang tepat untuk mengatasi gatal-gatal di tubuh bayi. Sifat basa yang dimiliki sayuran ini akan membersihkan darah yang asam salah satu penyebab alergi.

Bagi Anda yang menderita eksem, asparagus dapat dijadikan obat alami. Darah Anda akan bersih, sehingga eksem (dermatitisekzema) yang Anda derita akan berangsur hilang.

3.3  Cara Pembudidayaan  Tanaman Asparagus 

 

Tanah yang telah memenuhi syarat untuk ditanami segera dibersihkan dari tanaman herba, kemudian diolah. Setelah siap, tanah diratakan kemudian dibuatkan alur atau parit. Dalamnya parit sekitar 30 cm dengan lebar antara 30-45 cm. Jarak antarparit sekitar 75-90 cm atau 105-110 cm. Setelah itu, tanah itu dibuat guludan. Langkah selanjutnya adalah membiarkan tanah mengering selama 15 hari guna mencukupi kebutuhan oksigen. Kemudian diberi pupuk kandang atau kompos agar kandungan bahan organik cukup tinggi. Bila tanah itu bereaksi cukup masam, maka perlu ditambahkan kapur agar pH menjadi sesuai untuk asparagus.

 3.3.1   Penyemaian Bibit

Pembibitan Asparagus dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang berasal dari tunas maupun setek, serta secara generatif dari biji. Dari ke tiga asal bibit tersebut, bibit yang berasal dari biji lebih baik. Awalnya, bibit didatangkan dari Taiwan, tetapi mulai tahun 2007 ini petani mulai mengembangkan usaha pembibitan asparagus secara mandiri. Harga bibit Asparagus hijau mencapai 2,5 juta rupiah untuk setiap 2 pound atau 800 gram-nya. Dalam luasan 1 ha lahan memerlukan 600 gr bibit asparagus.

Asparagus merupakan tanaman yang ditanam secara tidak langsung (Indirect seedling) melalui persemaian. Dalam pembibitan dengan biji terdapat 6 tahap, yaitu :

a) Persemaian

Dalam persemaian, perlu diperhatikan pemilihan lahan persemaian yaitu lahan yang berdrainase baik, bukan bekas lahan tanaman asparagus, tanahnya gembur, subur dan berpasir. Bedengan tempat persemaian dilakukan pengolahan tanah, diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

b) Perendaman benih

Benih yang akan disemaikan sebelumnya direndam dalam air dingin pada suhu 27ºC selama 24-48 jam. Selama perendaman, air diganti 2 – 3 kali. Biji yang mengambang pada saat perendaman dibuang.

c) Semai benih

Benih disemai pada tanah dengan jarak tanam 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang ditanam 1 biji. Di atas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam kemudian disiram secukupnya.

d) Perawatan persemaian

Meliputi pencegahan hama dan penyakit dilakukan seawal mungkin.

e) Pemupukan

Sewaktu masih dipersemaian setiap 20 – 30 hari dilakukan pemupukan susulan urea.

f) Seleksi dan Pencabutan benih

Transplanting atau pemindahan bibit dilakukan setelah 5 – 6 bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam transplanting diantaranya bibit yang akan dipindahkan adalah bibit yang sehat, bibit yang dicabut harus segera ditanam, dan sebelum penanaman akar dipotong, disisakan 20 cm, dan pucuk tanaman dipangkas hingga tinggi tanaman hanya ± 20 cm.

 

3.3.2   Cara Pemeliharaan  Tanaman Asparagus

 

Pemeliharaan tanaman Asparagus meliputi :

a) Pembumbunan

Apabila tunas sudah mulai tumbuh, dapat dilakukan pembumbunan. Pada musim hujan, parit diperdalam. Hal ini karena Asparagus tidak menyukai genangan.

b) Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah induk tanaman membentuk 8 – 10 batang, selebihnya dipangkas. Setelah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3 – 5 batang. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang dan batang yang terserang hama atau penyakit.

c) Pengairan dan drainase

Dilakukan dengan cara menggenangi parit (di-Lêb) setinggi setengah dari tinggi parit, ditunggu hingga air meresap sampai atas, kemudian sisa air dibuang.irigasi pada musim kemarau dilakukan tiap 1 minggu sekali.

d) Pemupukan susulan

Selain pupuk susulan biasa, setiap tahun juga dilakukan pemupukan berkala, yaitu pemupukan berat seperti saat pertama kali tanam. Pada saat tersebut tidak dilakukan panen selama 3 – 4 minggu (fase istirahat) dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan dilakukan dengan cara membuat parit sepanjang barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm kemudian pupuk dicampur dan ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan setiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan setiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke empat kembali lagi seperti pupuk I, dan seterusnya.

e) Pengelolaan hama dan penyakit

Tanaman induk yang mati karena terkena hama atau penyakit dipotong

dan diganti dengan cara membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering dijumpai adalah ulat grayak dan ulat tanah yang menyerang selama periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedangkan penyakit yang menyerang dari golongan jamurbatang. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik selama serangan belum terlalu berat. Aplikasi pestisida dilakukan jika serangan sudah cukup berat. Pestisida yang digunakan adalah pestisida organik (Daun Tembakau).

 

BAB IV

PENUTUP

4.1   Kesimpulan

Dari sekian penelitian tentang asparagus, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Asparagus merupakan sayuran yang berkelas karena selalu tersedia di restoran – restoran mewah dan hotel berbintang, lalu prospek perkembangannya sangat cerah dan permintaan pasar ekspor impor akan asparagus cukup tinggi.
  2. Syarat utama untuk menanam asparagus adalah lahan yang digunakan harus berada di dataran tinggi, sejuk dan dekat dengan sumber air supaya kebutuhan air untuk musim kemarau terpenuhi.
  3. Asparagus merupakan sayuran yang sangat digemari baik kalangan Indonesia maupun luar Indonesia. Karena memiliki rasa yang lezat dan memiliki manfaat dalam kesehatan yang cukup banyak.
  4. Asparagus merupakan sayuran yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan baik untuk dikonsumsi. Tetapi juga tidak baik bila dikonsumsi berlebihan, karena dapat membuat urin semangkin berbau tak sedap.

4.2   Saran

Berikut adalah saran untuk menanam, mengkonsumsi dan mengolah asparagus yang baik

  1. konsumen tidak perlu mengkonsumsi asparagus secara berlebihan, karena dapat membuat urin semangkin berbau tidak sedap.
  2. Diharuskan menyimpan asparagus di tempat yang sejuk dan dingin.
  3. Cara penyajian asparagus yang baik perlu diperhatikan, yaitu dengan direbus terlebih dahulu selama 3 sampai 4menit.
  4. Perlunya tanah organik untuk penanaman asparagus.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.naturindonesia.com/tanaman-pangan/tanaman-pangan-a/579-asparagus.html

http://melatiunpad.wordpress.com/2010/03/30/desa-cibodas-kampus-para-petani/

http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2010/07/21/manfaat-rebung-asparagus/

http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2077070-cari-tahu-tentang-berbagai-manfaat/

http://wong168.wordpress.com/2012/02/06/sayuran-asparagus-dan-khasiatnya/

http://foragri.blogsome.com/peluang-budi-daya-asparagus-cara-rakyat/

http://id.wikipedia.org/wiki/Asparagus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s